Pemberdayaan Masjid
Pemberdayaan Masjid
Sebagai
Pusat Pensejahteraan Masyarakat
dan mereka yang memperolah Nur Illahi mengingat nama
Alloh di masjid-masjid yang disitu Alloh mengizinkan untuk disebut dan
dimuliakan nama Nya, di dalam masjid-masjid tersebut mereka bertasbih memuji
Nya di waktu pagi dan petang.
… para pria
yang tidak lalai karena perdagangan dan jual beli dalam mengingat Alloh,
mendirikan shalat dan membayar zakat. Mereka takut menemui hari di saat mana
hati dan penglihatan bergoncang…
… Alloh akan
memberikan balasan yang lebih baik bagi apa yang mereka lakukan. Dan Alloh akan
menambah karunia Nya. Alloh memberi rizeki kepada siapa yang dikehendaki Nya
tanpa balas.
(QS: An Nur
– ayat 36 – 38)
Posisi masjid sangat sentral dalam
kehidupan kaum Muslimin. Pada zaman Rasulullah, seperti peninggalan yang
ditemukan di Masjid Nabawi – Madinah misalnya, terdapat lokasi untuk kabinet
Rasulullah berunding. Di sampingnya tersedia tempat bagi para sahabat yang
menjadi Dewan Pertimbangan Agungnya. Sekarang di berbagai pojok Masjid Nabawi
terlihat kelompok remaja belajar membaca Al-Quran, atau kelompok diskusi Graduate
and Post Graduate Students dari King Abdul Aziz University dan perguruan
tinggi lainnya. Ditemukan pula majelis taklim yang mengkaji ilmu fiqih dan penjabaran
Al Qur’an.
Walaupun dengan intensitas yang
berbeda, kegiatan serupa terlihat pula di Masjidil Haram, Mekkah. Pola ini
berkembang ke komunitas Muslim di seluruh dunia. Di Indonesia kita banyak temui
organisasi kemasyarakatan yang tumbuh di sekitar masjid. Salah satu yang
menonjol adalah Himpunan Remaja Masjid dengan singkatan-singkatan nama yang
menggelitik. Mereka melatih kemampuan berorganisasi dalam rangka melakukan
kegiatan remaja yang positif, terarah dan membina kelompok mereka menjadi
Muslim terdidik, berakhlak dan berkarakter, suatu kontribusi yang sangat
berarti dalam upaya pembentukan masyarakat Muslim Madani masa depan.
Ilustrasi di atas memperlihatkan
betapa masjid berperan selain sebagai tempat beribadah dan berzikir memuji asma
Alloh, juga merupakan tempat dimana keputusan penting diambil; dimana diskusi
ilmiah tentang masalah masyarakat dan pendidikan dilakukan. Hampir seluruh
aspek penghidupan bermasyarakat kaum Muslimin ditangani dari masjid. Pendekatan
itu memberi pencerahan mengapa mensejahterakan masjid sangat dianjurkan
oleh Islam. Masjid merupakan community center, pusat penanggulangan
krisis yang dihadapi masyarakat sekitarnya.
Community center merupakan
program penting dalam membina masyarakat untuk membangun kesaling-terkaitan
antar warga. Program ini sangat didukung pemerintah negara-negara maju dalam
upaya menjaga ketenangan dan kesejahteraan lingkungan kelompok masyarakat
terkait. Program yang saat ini dianggap sebagai pendekatan modern karena
menyatukan warga dalam satu komunitas dan mengembangkan kekuatan masyarakat
terkait untuk berbagai tujuan sosial, telah ditunjukkan Rasulullah sejak lebih
dari 14 abad lalu. Dengan meniatkan kegiatan ini sebagai ibadah yang
ikhlas karena mengharap ridha Alloh sebagaimana layaknya kaum Muslimin dalam
setiap kegiatannya, program pembinaan masyarakat melalui masjid menunjukkan
potensi yang sangat besar untuk berhasil.
1. Profil Jamaah Masjid Komplek Perumahan
Transformasi masyarakat pedesaan ke
masyarakat urban karena bergesernya tatanan penghidupan dari masyarakat
pertanian ke masyarakat industri dan jasa, telah menumbuhkan kota-kota yang
mengakomodasi pertumbuhan industri, pasar dan kegiatan penyangga ekonomi
lainnya. Bersamaan dengan proses tersebut tumbuh pula kantong-kantong pemukiman
yang dibangun dengan konsep yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bersamaan
dengan itu terjadi transformasi dari masyarakat homogeni menjadi heterogen,
dalam arti bahwa penghuni komplek perumahan berubah dari masyarakat satu
kelompok tradisional pedesaan menjadi masyarakat majemuk urban yang terdiri
dari berbagai profesi dan etnis.
Namun dalam proses pembentukan
masyarakat baru tersebut, muncul beberapa kompo-nen yang berkembang menjadi titik
persamaan dan kemudian tumbuh menjadi kekuataan kohesif bagi kelompok baru.
Masyarakat baru di pemukiman ini ternyata membentuk lingkup kelompok (bracket)
dengan tingkat pendidikan yang sama yang menyebabkan mereka juga setara
dalam jabatan dan pendapatan. Di samping itu, di dalam negara berpenduduk
Muslim terbesar di dunia ini, umumnya mereka memiliki kesamaan agama pula,
yaitu Islam. Ketiga kesamaan itu menjadi perekat (common dominator) yang
erat dalam pembentukan komunitas baru dalam pemukiman.
Para pengembang kawasan pemukiman
menyadari kesamaan tersebut. Karena itu selain memenuhi persyaratan
undang-undang yang mewajibkan pengembang menyediakan sarana umum di daerah
kembangan pemukiman, mereka juga mempromosikan saran masjid atau paling tidak
menyediakan lahan yang diperuntukkan untuk membangun masjid dalam upaya menarik
pembeli tinggal di kawasan tersebut. Umumnya pengembang ini menyerahkan
kegiatan pembangunan masjidnya kepada warga komplek.
Warga menyambut tugas mulia tersebut
dengan antusias. Dengan harapan memperoleh ridha Alloh, mereka menyumbangkan
sebahagian penghasilan mereka berupa zakat dan infaq seperti digambarkan ayat
37 surah An-Nur di atas. Mereka membentuk organisasi pembangun-an masjid
tersebut. Melalui network dan jaringan hubungan yang mereka miliki,
masing-masing berusaha memperoleh sumbangan dana dan bahan bangunan untuk
mewujudkan cita-cita mereka. Secara bertahap terwujudlah masjid nan indah
sesuai keinginan masyarakat.
Mereka berkumpul dari waktu ke waktu
di Masjid tersebut. Selain memenuhi panggilan meramaikan masjid juga untuk
bersosialisasi dengan warga lain, suatu kebutuhan yang paling mendasar bagi
makhluk sosial. Masjid berkembang menjadi community center dan melayani
kebutuhan warga dalam berbagai hal. Masjid membentuk majelis taklim yang secara
rutin membahas ayat Al Quran dan ilmu fiqih sebagai penjabaran yang sempurna
dari ajaran Islam. Mereka secara terarah membentuk pergaulan Muslim madani
yang istiqomah dan bermartabat.
Melalui masjid mereka membangun
kegiatan positif dengan tujuan memperoleh ridha Alloh. Mereka membentuk
kelompok pengajian ibu-ibu yang berkumpul dari waktu ke waktu untuk tujuan yang
sama. Masyarakat berinisiatif membangun taman pendidikan anak dan pengajian Al
Quran untuk putra putrid mereka, kelompok pelayanan kematian dan lain-lain yang
diorganisasikan dengan baik agar dalam jangka panjang menjadi lebih nyaman dan
sejahtera. Terbentuklah komunitas Muslim yang kuat di mana mereka saling
mengenal satu sama lainnya, hidup dalam kesatuan kohesif yang saling bantu
dalam mengatasi berbagai masalah yang mereka hadapi.
2. Potensi Pengembangan Selanjutnya
Kekuatan masyarakat baru pemukiman
terletak pada tingkat pendidikan dan pendapatan individu. Mereka melalui
profesi masing-masing terlatih menerapkan sistem manajemen dan ilmu pengetahuan
yang dibutuhkan dalam mengembangkan setiap organisasi. Derajat mereka menjadi
tinggi di dalam masyarakat karena tingkat pendidikan dan penguasaan teknologi,
seperti dinyatakan Alloh dalam Al Quran [Dalam Surat Mujadillah ayat 11, Alloh
mempertanyakan apakah sama, mereka yang berpendidikan dengan yang tidak
berpendidikan?]. Argumen pakar menajemen bahwa masyarakat modern membutuhkan
SDM berkualitas melebihi kapital, sudah dicanangkan belasan abad yang lalu. Dan
disitu pulalah letak keunggulan masyarakat komplek pemukiman.
Mereka yang datang dari berbagai
penjuru negeri dan berjuang sebagai professional dalam tatanan ekonomi yang
sangat dipengaruhi pasar tersebut, tidak akan sanggup bertahan jika mereka
tidak menempuh pendidikan yang sesuai. Mereka tidak akan mampu menyisihkan
sebahagian pendapatan mereka untuk memiliki dan membiayai sebuah rumah di real
estate jika pendapatan mereka tidak mencukupi. Mereka dengan latar belakang
pendidikan yang setingkat seperti itu juga menduduki tingkat jabatan yang sama
dalam industry. Dan kelompok dengan latar belakang profesi tersebut mampu
bersinergi dalam mencapai tujuan bersama dan sekaligus mengaktualisasi diri
masing-masing.
Kelompok dengan kesetaraan seperti
dikemukakan di atas adalah professional dengan asumsi pendapatan minimal
sebesar Rp.5.000.000,- per bulan. Menurut ajaran Islam, mereka wajib
mengelurkan zakat sebesar 2,5% dari pendapatan tersebut, atau sebesar
Rp.125.000,- per keluarga per bulan. Gunungan zakat dari masyarakat yang
berjumlah kira-kira 300 orang di sektor Azalea, jika disatukan dalam satu
pengelolaan akan membentuk modal kerja sebesar Rp.450.000.000,- per tahun, satu
jumlah yang sangat cukup untuk membiayai program ekonomi guna kemudian menjadi
sumber pembiayaan program pendidikan dan lain sebagainya bagi kemakmuran warga
[Angka tersebut merupakan angka minimum karena berdasarkan informasi pendapatan
para professional yang bermukim di sekitar Grand Depok City berkisar antara
Rp.5 sampai Rp.15 juta per bulannya].
Peran Baitul Mal yang
dicontohkan para sahabat Rasulullah dalam mengelola zakat, dapat dijadikan
sebagai acuan. Baitul Mal wit Tamwil, yang saat ini mulai diperkenalkan
masyarakat dalam mengelola dana yang berasal dari zakat, infaq dan shodaqoh,
umumnya dikelola dalam bentuk Koperasi atau Yayasan. Dana ini kemudian
disalurkan kepada sektor ekonomi rakyat dengan konsep syariah dan bagi hasil.
Pola ini membuka dua manfaat, pertama memberi kesempatan kepada mereka
yang kurang beruntung untuk memperoleh pinjaman modal kerja, seperti umumnya
pelaku sektor ekonomi rakyat. Kedua, berusaha mengembangkan dan membuka
kesempatan untuk memperoleh hasil yang baik dengan risiko relative kecil. Bukti
empiris menunjukkan bahwa pelaku ekonomi rakyat tidak menyandang sigma fraud
atau berupaya melakukan manipulasi untuk mengelak membayar kembali hutangnya.
Pendekatan ini dapat dikembangkan
melalui penggalangan kerja sama strategis dengan masjid-masjid yang
menangani program serupa di sektor lain Grand Depok City atau di tempat lain di
sekitar Depok (atau wilayah yang lebih luas lagi) untuk membentuk skala ekonomi
yang lebih besar. Hasil usaha program dapat dialokasikan kembali untuk membantu
kegiatan ekonomi warga melalui sistem syariah yang pada tahun kedua dan
tahun-tahun berikutnya telah menjadi sumber pendapatan tetap bagi pembiayaan
kegiatan pembangunan selanjutnya. Program ini perlu diteruskan setiap tahun
untuk membangun kesejahteraan bersama umat. Jika dikehendaki, setiap keluarga
dapat ikut penyertaan dalam program dan memperolah hasil yang lebih baik dari
penyertaannya itu.
Proses penyertaan dalam sektor
ekonomi rakyat seperti itu terbukti di antara lain Jepang (Zeh-Noh) dan
Singapura (NTUC), dapat memberikan angka pengembalian yang lebih tinggi
daripada sektor formal perbankan dan karenanya menarik bagi masyarakat untuk
menjadi anggota koperasi. Anggota masyarakat juga dapat menyimpan dananya dalam
bentuk deposito untuk memperoleh tingkat pengembalian yang lebih tinggi
daripada yang dijanjikan oleh sistem perbankan umum.
3. Program yang Perlu Dikembangkan
Sejalan dengan tujuan untuk lebih
mensejahterakan warga perlu dilakukan kajian yang komprehensif tentang posisi
masyarakat saat ini dan kemudian membandingkannya dengan tuntutan profil
masyarakat ideal jangka panjang, seperti umpamanya 25 tahun yang akan datang.
Dengan kesadaran bahwa masyarakat seperti itu perlu dibangun, maka dirancang
program aksi yang dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu 25 tahun dan
perkaliannya.
Program dapat dibagi dalam membangun
dan mengembangkan komunitas masjid sebagai dasar utamanya, yang
disejajarkan dengan membangun ekonomi ummat yang selanjutnya diarahkan untuk
sumber pembiayaan program lain. Termasuk untuk membiayai program pendidikan
untuk menciptakan masyarakat Madani masa depan yang menjadi tujuan jangka
panjang program tersebut. Seluruh program ini bekerja saling berkaitan untuk
membangun kesejahteraan bersama.
Pendidikan memang harus menjadi
fokus bagi masa depan ummat Islam yang dalam banyak hal ketinggalan dan kalah
bersaing di pasar tenaga kerja, maupun dalam persaingan pasar. Untuk itu perlu
dibangun sekolah unggulan dengan silabi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa utama dunia lainnya perlu dikembangkan
sejak dini. Di samping itu perlu pula dibina kemampuan menangani computer dan
teknologi komunikasi. Pembangunan pendidikan Muslim yang berkarakter dan di
lain pihak mengakomo-dasi kemajuan teknologi dan informasi serta
perkembangannya, merupakan keniscayaan bagi masa depan. Program seperti
ini akan meningkatkan kualitas manusia Muslim dan di dalam jangka panjang
menjadi lebih produktif dan bermartabat, terhindar dari kedzoliman dan
penindasan mereka yang berkuasa dan berpengaruh.
Sekolah ini juga secara
proporsioanal perlu membantu anak yatim, kaum dhuafa dan masakin dengan
ketentuan jika mereka berhasil lulus dan menjadi warga yang baik, wajib
membiayai anak dan keluarganya menempuh pendidikan yang tepat untuk agama,
bangsa dan negara. Program yang dimulai dengan pengembangan komunitas dan
memberdayakan masjid ini, dapat berkembang secara bertahap dan
berkesinambungan membuka lapangan kerja dan memberi manfaat yang sangat
besar bagi ummat. Insya Alloh, Tuhan akan ridho dan membantu kegiatan yang
mulia ini, seperti janji Nya terhadap setiap jihad fi sabilillah.
4. Organisasi Program Pemberdayaan Masjid
Peter F. Drucker, seorang
guru strategi dan manajemen terkenal mengatakan beberapa belas tahun lalu bahwa
abad ke 20 adalah abad pergaulan internasional. Tidak seorangpun mampu bertahan
dalam pergaulan jika mereka tidak memiliki organisasi yang mendukungnya. Tidak
peduli betapa terkenal atau kayanya seseorang, ia tidak akan mendapat tempat
yang berarti di dalam pergaulan masyarakat jika tidak di dukung oleh organisasi
yang kuat. Thesa ini sudah terbukti kebenarannya.
Organisasi adalah kumpulan orang dan
alat yang berfungsi sesuai tugas masing-masing dan secara terpadu bergerak ke
arah tujuan yang ditetapkan. Terbatasnya kemampuan seseorang menyebabkan ia
tidak sanggup mengerjakan seluruh fungsi yang dibutuhkan seorang diri.
Karenanya ia membutuhkan bantuan orang maupun alat lain untuk membantunya
mewujudkan tugas yang dibebankan kepadanya. Dengan adanya team work yang kuat
sebagai-manapun beratnya tugas yang diemban, akan dapat diselesaikan dengan
baik.
Hal serupa juga berlaku untuk
program pemberdayaan masjid dan masyarakat seperti dikemukakan di atas. Program
tersebut tidak mungkin dilakukan oleh pribadi atau kumpulan pribadi yang
bekerja secara individu dalam membumikan program tersebut. Para professional
seperti yang bermukim di Grand Depok City, atas dasar pengalaman dan
profesionalismenya, mereka menyadari sepenuhnya hal ini. Pertanyaan yang mungkin
timbul adalah, organisasi semacam apa yang tepat dari segi hukum,
kemudahan dan penanganan setiap program tersebut dapat dilaksanakan.
Mengambil contoh kepada pengalaman
berbagai masjid terkemuka seperti Masjid Agung Al Azhar – Kebayoran, secara
keseluruhan programnya dipayungi oleh Yayasan Masjid Agung Al Azhar tersebut.
Tetapi yayasan dapat membentuk badan-badan hukum baru yang bekerja sebagai Strategic
Business Unit (SBU) untuk menangani bermacam kegiatan khusus, seperti
perguruan Al Azhar, yang dibagi menjadi TK, SD, SMP, SMA dan Universitas Al
Azhar. Tampak-nya setiap unit bekerja interdependent, dan masing-masing
memperoleh wewenang bahkan untuk membangun afiliasinya di berbagai tempat yang
membutuhkan.
Hal serupa dapat pula dikembangkan
oleh kelompok jamaah masjid di Nurul Jannah bahkan di kawasan Grand Depok City.
Dibutuhkan organisasi yang baik dan transparan untuk mengelola kebutuhan ummat,
dan kemudian secara baik mengembangkan potensi ummat yang ada, baik dalam
bentuk baitul mal, koperasi, sistem perdagangan dan trading house untuk
kemudian mendirikan institusi pendidikan yang semuanya bekerja sebagai SBU dan
menjadi cost and profit centers. Keberhasilan penanganan program ini
akan menjadikan amal ibadah anggota masyarakat yang mempercayakan kepengurusan
program ini, terjamin dan berhasil guna selama umur program ini memungkinkan.
Keberhasilan penanganan itu akan merangsang anggota masyarakat untuk terus
mendukung program ini dengan infaq, shodaqoh dan zakat mereka.
Di lain pihak, Masjid Nurul Jannah
dapat dikembangkan dengan membangun bahagian yang dapat berfungsi sebagai
fasilitas sosial. Ruang khusus untuk pertemuan, pesta perkawinan dan lain
sebagainya dapat disiapkan untuk melayani warga. Dengan memberikan harga yang
lebih baik dan sarana yang memuaskan kepada anggota masyarakat, seluruh
kegiatan yang berada di masjid dapat menutup biaya pengelolaannya, yang pada
waktunya melalui yayasan dapat dipertanggungjawabkan kepada warga.
5. Penutup
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa
engkau lebih mengetahui tentang duniamu….., dan cukup kepada Allohlah engkau
minta pertolongan. Ilmu pengetahuan yang diberikan kepada kita menuntut kita
berfikir dan menyesuaikan pekerjaan dengan garis yang diridhoi Alloh. Sedangkan
aplikasinya tergantung kepada kita, sesuai dengan ilmu yang kita miliki dan
niat yang telah kita tentukan sebelumnya.
Perencanaan program kerja dan
organisasi pendukungnya merupakan keharusan dan awal dari keberhasilan program.
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu. Dan Kami telah
menghilangkan dari padamu bebanmu. Yang memberatkan punggungmu. Dan kami
tinggikan bagimu sebutan (nama) mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu
ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka setelah
selesai (dari suatu urusan), kerja keraslah untuk menyelesaikan (urusan yang
lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS. Alam Nasrah –
ayat 1 – 8 )
BalasHapusSaya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut